1.
QS:Fushshilat | Ayat: 53
سَنُرِيهِمْ آيَاتِنَا فِي الْآفَاقِ وَفِي
أَنْفُسِهِمْ حَتَّىٰ يَتَبَيَّنَ لَهُمْ أَنَّهُ الْحَقُّ ۗ أَوَلَمْ يَكْفِ
بِرَبِّكَ أَنَّهُ عَلَىٰ كُلِّ شَيْءٍ شَهِيدٌ
Artinya:
“Kami akan memperlihatkan kepada mereka tanda-tanda (kekuasaan) Kami di segala wilayah bumi dan pada diri mereka sendiri, hingga jelas bagi mereka bahwa Al Quran itu adalah benar. Tiadakah cukup bahwa sesungguhnya Tuhanmu menjadi saksi atas segala sesuatu?”
ASBABUN NUZUL
|
Ayat
di atas menjelaskan bahwa orang musyrik ragu-ragu kepada Al-Qur’an dan
Rasulullah. Mereka akan melihat dengan mata kepala mereka bukti-bukti
kebenaran ayat-ayat Allah SWT di segala penjuru dunia dan pada diri mereka
sendiri. Sebagaimana janji Allah akan memperlihatkan kepada mereka
peristiwa-peristiwa yang Kami timbulkan di negeri-negeri sekitar Makkah dan
di Makkah sendiri lewat kedua tangan Nabi Kami, dan lewat kedua tangan para
Khalifah-Nya dan para sahabatnya.
Mereka
melihat dan menyaksikan sendiri kaum muslimin dalam keadaan lemah dan
tertindas selama berada di Makkah, kemudian Rasulullah dan para sahabat
hijrah ke Madinah meninggalkan kempung halaman yang mereka cintai. Rasulullah
selama di Madinah bersama kaum Muhajirin dan Anshorin membentuk dan membina
masyarakat Islam. Masyarakat baru itu semakin lama semakin kuat dan
berkembang. Hal ini dirasakan oleh kaum musyrik di Makkah, karena itu mereka
pun selalu berusaha agar kekuatan baru itu dapat segera dipatahkan. Kekuatan
Islam dan kaum muslimin pertama kali dirasakan oleh kaum musyrik adalah
ketika perang Badar dan kemudian ketika mereka mencerai-beraikan dalam perang
Khandaq. Yang terakhir ialah pada waktu Rasulullah dan kaum muslimin
menaklukkan kota Makkah tanpa perlawanan dari orang-orang musyrik. Akhirnya
mereka menyaksikan manusia berbondong-bondong masuk Islam, termasuk
orang-orang musyrik, keluarga, dan teman mereka sendiri. Semua itu merupakan
bukti-bukti kebenaran ayat Allah SWT.
Quraish
Shihab mengutip pernyataan Sayyid Quthub, bahwa Allah telah membuktikan
kebenaran janji-Nya. Allah telah mengungkap buat manusia ayat-ayat-Nya di
ufuk sepanjang empat belas abad sejak penyampaian janji ini, dan sampai kini
masih saja Allah mengungkapkannya karena setiap saat lahir suatu penemuan
hakikat baru yang belum dikenal sebelumnya. Demikian Sayyid Quthub yang lebih
jauh mengungkap sedikit dari penemuan-penemuan menyangkut
alam.
|
2.
QS:Al-Anbiya | Ayat: 16
وَمَا خَلَقْنَا السَّمَاءَ وَالْأَرْضَ وَمَا
بَيْنَهُمَا لَاعِبِينَ
Artinya: “Dan
tidaklah Kami ciptakan Iangit dan bumi dan segala yang ada di antara keduanya
dengan bermain-main.”
ASBABUN
NUZUL
|
Dalam
ayat ini Allah SWT. menjelaskan bahwa Dia menciptakan langit dan bumi serta
semua yang terdapat di antaranya, tidaklah untuk maksud yang percuma atau
main-main, melainkan dengan tujuan yang benar, yang sesuai dengan hikmah dan
sifat-sifat-Nya yang sempurna.
Pernyataan
ini merupakan tangkisan terhadap sikap dan perbuatan kaum kafir yang
mengingkari kenabian Muhammad SAW, serta kemukjizatan Al-Qur’an. Karena.
tuduhan-tuduhan yang mereka lemparkan kepadanya yaitu, bahwa Al-Qur’an adalah
buatan Muhammad, bukan wahyu dan mukjizat yang diturunkan Allah kepadanya
adalah berarti bahwa mereka tidak mengakui ciptaan Allah dan seakan-akan
Allah menciptakan sesuatu hanya untuk main-main dan tidak mempunyai tujuan
yang benar dan luhur. Padahal Allah menciptakan langit dan bumi dan seisinya
dan yang ada di antaranya, adalah agar manusia menyembah-Nya dan berusaha
untuk mengenal-Nya melalui ciptaan-Nya itu. Akan tetapi maksud tersebut
barulah dapat tercapai dengan sempurna apabila penciptaan alam itu disusuli
dengan penurunan Kitab yang memberikan petunjuk dan dengan mengutus para
Rasul untuk membimbing manusia. Dan Al-Qur’an, selain menjadi petunjuk bagi
manusia, juga berfungsi sebagai mukjizat terbesar bagi Muhammad SAW, untuk
membuktikan kerasulannya. Oleh sebab itu, orang-orang yang mengingkari
kerasulan Muhammad dengan sendirinya berarti mereka menganggap bahwa Allah
menciptakan alam ini dengan sia-sia, tanpa adanya tujuan dan hikmah yang
luhur, tanpa ada manfaat dan kegunaannya.
Apabila manusia mau
memperhatikan apa-apa yang di bumi ini, baik yang terdapat di permukaannya,
maupun yang tersimpan dalam perut bumi itu, niscaya ia akan menemukan banyak
keajaiban yang menunjukkan kekuasaan Allah. Dan jika ia yakin, bahwa
kesemuanya itu diciptakan Allah untuk kemaslahatan dan kemajuan hidup manusia
sendiri, maka ia akan merasa bersyukur kepada Allah dan meyakini bahwa
semuanya itu diciptakan Allah berdasar tujuan yang luhur karena semuanya
memberikan faedah yang tak terhitung banyaknya. Bila manusia sampai kepada
keyakinan semacam itu, sudah pasti ia tidak akan mengingkari Al-Qur’an dan
tidak akan menolak kerasulan Nabi Muhammad SAW
|
3. QS.
Fushilat [24]: 9-11
قُلْ أَئِنَّكُمْ لَتَكْفُرُونَ
بِالَّذِي خَلَقَ الْأَرْضَ فِي يَوْمَيْنِ وَتَجْعَلُونَ لَهُ أَنْدَادًا ذَلِكَ
رَبُّ الْعَالَمِينَ (9) وَجَعَلَ فِيهَا رَوَاسِيَ مِنْ
فَوْقِهَا وَبَارَكَ فِيهَا وَقَدَّرَ فِيهَا أَقْوَاتَهَا فِي أَرْبَعَةِ
أَيَّامٍ سَوَاءً لِلسَّائِلِينَ (10) ثُمَّ اسْتَوَى إِلَى السَّمَاءِ
وَهِيَ دُخَانٌ فَقَالَ لَهَا وَلِلْأَرْضِ ائْتِيَا طَوْعًا أَوْ كَرْهًا
قَالَتَا أَتَيْنَا طَائِعِينَ (11)
Artinya:
“katakanlah, ‘sesungguhnya patutkah kamu semua ingkar kepada zat
yangmenciptakan bumi dalam dua masa. Dia menciptakan padanya gunung-gunung
yang kokoh di atasnya, kemudian Dia memberkahinya dan Dia menentukan padanya
kadar makanan-makanan (penghuni)-nya dalam empat masa. (penjelasan itu sebagai
jawaban) bagi orang-orang yang bertanya. Kemudian Dia menuju kepada penciptaan
langit dan langit itu masih berupa kabut, lalu dia berkata kepadanyadan kepada
bumi, ‘Datanglah kamu keduanya menurut perintah-Ku dengan suka hati atau
terpaksa’. Keduanya menjawab,’Kami datang dengan suka hati”
ASBABUN NUZUL
|
Syekh Ahmad Musthofa Al-Maroghi dalam
kitab tafsirnya menjelaskan kronolis ayat ini turun adalah kekeraskepalaan
orang musyrik yang tetap menyembah berhala yang tidak bisa menciptakan
apapun, berbeda dengan Allah tuhan yang kuasa menciptakan alam dan isinya,
tetap saja mereka mengingkari.
|
HADITS YANG BERKAITAN
DENGAN SAINS DAN TEKNOLOGI
كُلُوْا الزَّيْتَ
وَادَّهِنُوْا بِهِ فَإِنَّهُ مِنْ شَجَرَةٍ مُبَارَكَةٍ
Artinya:
“Makanlah zaitun (sebagai lauk
bersama roti) dan berminyaklah dengannya, sesungguhnya ia berasal dari pohon
yang diberkahi.”
ASBABUN WURUD
|
Syekh Ahmad Musthofa Al-Maroghi dalam
kitab tafsirnya menjelaskan kronolis ayat ini turun adalah kekeraskepalaan
orang musyrik yang tetap menyembah berhala yang tidak bisa menciptakan
apapun, berbeda dengan Allah tuhan yang kuasa menciptakan alam dan isinya,
tetap saja mereka mengingkari.
|
BUKHARI No. 387
“KOMUNIKASI”
حَدَّثَنَا عَمْرُو بْنُ عَوْنٍ قَالَ حَدَّثَنَا
هُشَيْمٌ عَنْ حُمَيْدٍ عَنْ أَنَسِ بْنِ مَالِكٍ قَالَ قَالَ عُمَرُ بْنُ
الْخَطَّابِ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُوَافَقْتُ رَبِّي فِي ثَلَاثٍ فَقُلْتُ يَا
رَسُولَ اللَّهِ لَوْ اتَّخَذْنَا مِنْ مَقَامِ إِبْرَاهِيمَ مُصَلًّى فَنَزَلَتْ{ وَاتَّخِذُوا مِنْ مَقَامِ إِبْرَاهِيمَ مُصَلًّى
}وَآيَةُ الْحِجَابِ قُلْتُ يَا رَسُولَ اللَّهِ لَوْ أَمَرْتَ نِسَاءَكَ أَنْ
يَحْتَجِبْنَ فَإِنَّهُ يُكَلِّمُهُنَّ الْبَرُّ وَالْفَاجِرُ فَنَزَلَتْ آيَةُ
الْحِجَابِ وَاجْتَمَعَ نِسَاءُ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فِي
الْغَيْرَةِ عَلَيْهِ فَقُلْتُ لَهُنَّ{ عَسَى رَبُّهُ إِنْ طَلَّقَكُنَّ أَنْ
يُبَدِّلَهُ أَزْوَاجًا خَيْرًا مِنْكُنَّ }فَنَزَلَتْ هَذِهِ الْآيَةُقَالَ أَبُو
عَبْد اللَّهِ و حَدَّثَنَا ابْنُ أَبِي مَرْيَمَ قَالَ أَخْبَرَنَا يَحْيَى بْنُ
أَيُّوبَ قَالَ حَدَّثَنِي حُمَيْدٌ قَالَ سَمِعْتُ أَنَسًا بِهَذَا (BUKHARI – 387)
Artinya : Telah
menceritakan kepada kami ‘Amru bin ‘Aun berkata, telah menceritakan kepada kami
Husyaim dari Humaid dari Anas bin Malik berkata, ‘Umar bin Al Khaththab, “Aku
memiliki pemikiran yang aku ingin jika itu dikabulkan oleh Rabbku dalam tiga
persoalan. Maka aku sampaikan kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam,
‘Wahai Rasulullah, seandainya Maqam Ibrahim kita jadikan sebagai tempat shalat?
Lalu turunlah ayat: ‘(Dan jadikanlah sebahagian maqam Ibrahim sebagai tempat
shalat) ‘ (Qs. Al Baqarah: 125). Yang kedua tentang hijab. Aku lalu berkata,
‘Wahai Rasulullah, seandainya Tuan perintahkan isteri-isteri Tuan untuk
berhijab karena yang berkomunikasi dengan mereka ada orang yang shalih dan juga
ada yang fajir (suka bermaksiat).’ Maka turunlah ayat hijab. Dan yang ketiga,
saat isteri-isteri beliau cemburu kepada beliau (sehingga banyak yang
membangkang); aku katakan kepada mereka, ‘Semoga bila Beliau menceraikan kalian
Rabbnya akan menggantinya dengan isteri-isteri yang lebih baik dari kalian.’
Maka turunlah ayat tentang masalah ini.” Abu Abdullah berkata; telah menceritakan
kepada kami Ibnu Abu Maryam berkata, telah mengabarkan kepada kami Yahya bin
Ayyub berkata, telah menceritakan kepadaku Humaid ia berkata, Aku mendengar
Anas seperti hadits ini.”
Sanad : Telah
menceritakan kepada kami ‘Amru bin ‘Aun; berkata, telah menceritakan kepada
kami Husyaim dari Humaid; dari Anas bin Malik berkata; ‘Umar bin Al Khaththab;
Matan : Tuan
perintahkan isteri-isteri Tuan untuk berhijab karena yang berkomunikasi dengan
mereka ada orang yang shalih







trimaksi bg ...
BalasHapus